Materi Petak Tetap Penguatan Petani Pengamat Jatim 2020


PENGAMATAN


Pengertian pengamatan pada perlindungan tanaman adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan mencari dan melihat secara seksama, mengumpulkan, menghitung, memperkirakan semua temuan berhubungan dengan tanaman dan lingkungannya.

Seorang pelaku pengamatan atau pengamat tanaman biasanya berbekal catatan dan alat bantu yang diperlukan selama melakukan pengamatan.  Karena bisa jadi ketika melakukan kegiatan pengamatan perlu mencatat kondisi sekitar obyek tanaman yang berpeluang mempunyai pengaruh merubah keadaan obyek pengamatan dari waktu ke waktu.  Bisa juga seorang pengamat menumbuhkan analisa kecurigaan awal atas kondisi obyek pengamatan.

Alat bantu pengamatan yang benar-benar diperlukan ketika merencanakan sasaran pengamatan yang dituju.  Karena alat bantu juga dapat memberatkan kerja seorang pengamat, ketika tidak diperlukan tetapi ikut terbawa.  Perencanaan dan perkiraan obyek pengamatan yang akan dituju perlu dipetakan secara kasar terlebih dahulu.  Sehingga pada saat pengamat sampai lokasi obyek, akan melakukan kegiatan dengan lancar dan cepat.


I.       PEMILIHAN LOKASI PETAK TETAP

Adalah salah satu cara untuk menaksir kondisi obyek pengamatan berhubungan dengan tanaman dan lingkungannya dalam cakupan wilayah pengamatan.  Untuk itu diperlukan “PETA  WILAYAH“

A.   PETA  KECAMATAN  CIPETAK
CIINTAN
CIPULAS
CISERANGLAS
CIJARING
CILUAS
CIUMUR
 



























B.   DATA  POTENSI  WILAYAH  KECAMATAN  CIPETAK

No
Desa
Sawah
Tegal
Pekarangan
Baku
1
Ciintan
250
40
4
294
2
Cipulas
310
40
17
367
3
Cijaring
280
32
25
337
4
Ciumur
360
28
15
403
5
Ciserang
180
36
27
243
6
Ciluas
210
29
12
251
Jumlah
1.590
205
100
1.895

1.     Dengan melihat peta, bagaimana membagi wilayah pengamatan kedalam sub wilayah pengamatan menurut anda ?

2.     Dengan melihat data potensi wilayah, apa yang menjadi pertimbangan dalam membagi sub wilayah pengamatan ?


C.   DATA RERATA TAMBAH TANAM PADI  PER BULAN

No
Desa
Luas Tambah Tanam Per Bulan (Ha)
Jan
Peb
Mrt
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sep
Okt
Nop
Des
1
Ciintan
130
20
20
80
90
40
20



15
85
2
Cipulas
40
10
60
200
20




15
55
180
3
Cijaring
80
20
140
70
30





30
150
4
Ciumur
70
20
80
190
40




10
60
200
5
Ciserang
40
10
10
100
30





10
120
6
Ciluas
35
5
20
120
30
5




25
145
JUMLAH
395
85
330
760
240
45
20


25
195
880

1.     Dari data luas tambah tanam, bulan berapakah petani mencapai tambah tanam terluas dalam cakupan wilayah pengamatan ?

2.     Menurut anda, bulan apakah yang paling tepat menempatkan petak tetap ?

3.     Menurut anda, pada lokasi desa mana yang mewakili untuk penempatan petak tetap ?


D.   DATA SEBARAN VARIETAS TANAMAN PADI

No
Desa
Luas
Luas Sebaran Varietas Padi (Ha)
Tanam
IR 64
Cihe
rang
Way A Buru
Membra
mo
Hybrida
Cibogo
Impari
Pertiwi
1
Ciintan
80
12
42
8
8

4
6

2
Cipulas
200
45
120
12
10
4
5
2
2
3
Cijaring
70
8
32
10
6
4
6

4
4
Ciumur
190
34
96
24
12
2
15
7

5
Ciserang
100
19
52
14
11

4


6
Ciluas
120
9
58
17
18
4
12
2

JUMLAH
760
127
400
85
65
14
46
17
6
















1.     Dari data luas sebaran varietas padi, varietas terbanyak adalah?

2.     Menurut anda, varietas apakah yang paling tepat menempatkan petak tetap ?

IR 64

Ciherang

Way Apu Buru

Memberamo

Hybrida

Cibogo

Impari

Pertiwi
 











Bila pada hamparan lokasi petak tetap tergambar sebaran varietas seperti peta diatas, di petak alami yang berwarna apa sebaiknya petak ditetapkan ?

Mempertimbangkan keempat masukan diatas, menurut anda, pada desa mana yang mewakili untuk penempatan petak tetap ?


II.     PENENTUAN PETAK CONTOH PENGAMATAN PATROLI


A.   PETA HAMPARAN.

 














Pengambilan contoh petak pengamatan pada pengamatan keliling, sebaiknya mewakili :

Ø  Terletak pada lokasi seimbang mewakili hamparan, bisa ditengah atau menyebar simetris dalam hamparan.

Ø  Melewati lokasi petak terserang, tetap mengimbangi dengan menentukan petak lainnya dalam hamparan.

Ø  Mengidentifikasi jenis OPT yang menyerang.

Ø  Menginventarisir umur dan varietas tanaman terserang.

Ø  Menerapkan metode pengamatan seperti pada petak tetap.

Ø  Mencatat hasil pengamatan.


III.   SAMPLING & PENDUGAAN

Untuk mengawal pertanaman di lahan agar selalu dalam kondisi optimal, sehat dan berproduksi tinggi tanpa atau dengan gangguan sekecil mungkin agak sulit.  Petani harus paham sekecil apapun tentang seluruh bagian tanaman, agar dapat mengetahui sejak awal bila terjadi kelainan atas tanamannya.  Apakah mungkin untuk mengetahui seluruh perkembangan tanaman di lahan ?

Agar maksud tersebut dapat mendekati tercapai, dengan korbanan yang sesedikit mungkin, baik waktu, biaya dan kemampuan, maka petani perlu mengenal cara pendugaan keadaan pertanaman dan lahan.

Sampling dan pendugaan adalah cara pendekatan untuk memperkirakan keberadaan pertanaman dalam suatu luasan petak tertentu.  Dengan cara ini, petani diajak berhitung, walaupun yang sederhana sekalipun.

Ada banyak cara sampling dan pendugaan yang umum dipakai, bagi petani yang diperlukan adalah kesederhanaan perhitungan dengan tetap menjaga ketelitian.  Yang sering dilihat adalah pendugaan cara diagonal terpanjang.  Pada cara ini, petani berjalan dari sudut ke sudut terpanjang petakan, sambil mengadakan pengamatan beberapa rumpun tanaman.  Atau berjalan model U di petakan, atau mengambil kotak kecil secara acak pada petakan.  Kesemua model tadi kemudian dikalikan sehingga mencapai luasan satu petakan.  Dengan cara ini diharapkan dapat diperkirakan keadaan pertanaman untuk luasan satu petak alami.

Pada setiap pengamatan tanaman, pada ketiga model sampling dan pendugaan, pengamatan bagian tanaman, hal yang ditemukan dan kondisi lingkungan yang dapat dicatat, harus “dicatat”.  Ketelitian pencatatan akan mempengaruhi perkiraan untuk memenuhi luasan petakan alami.  Dengan pengenalan cara sampling dan pendugaan ini, diharapkan perkiraan kedepan akan semakin teliti.  Bila diperlukan pengendalian, petani sudah memperhitungkan.

A.   Tujuan
Memperkenalkan cara pendugaan dengan mengadakan pengamatan sebagian petak secara terukur untuk menduga keadaan lahan seutuhnya dengan tetap mengupayakan kesederhanaan perhitungan dan tetap memenuhi ketelitian.

B.   Tahapan Langkah
1.     Ajak peserta menghitung 100 (seratus) biji-bijian.
2.     Buat garis kotak persegi empat sama sisi yang besar di kertas plano.  Bagi, bangun kotak persegi besar tersebut menjadi 100 kotak kotak kecil yang sama sisi.




































































































3.     Hitung biji-bijian sejumlah 100 butir.  Sebarkan secara merata pada kotak yang dibuat.  Coba hitung sebaran bijian tersebut dengan mengikuti cara pendugaan lahan, yaitu diagonal, O ditengah, Zig-zag dan Z, seperti contoh gambar di bawah.
 








4.     Menurut saudara, perhitungan bijian pada kotak kecil tersebut bila dikalikan menuju kotak besar, mana cara yang paling mendekati jumlah hitungan biji ?
5.     Apabila penghitungan biji tersebut diibaratkan dengan penghitungan serangga hama, penyakit atau jumlah anakan tanaman di lahan, apakah mendekati persamaan yang diharapkan ?
6.     Atau mungkin peserta mempunyai cara untuk menduga kepadatan populasi di lahan pertanaman ?

C.   Bahan Diskusi
1.     Hasil pendugaan lahan dapat digunakan sebagai acuan bagi pengambilan keputusan pengendalian OPT di lahan pertanian.  Mungkinkah hal tersebut dilakukan oleh petani ?  Bila mungkin, berikan alasannya !
2.     Mungkinkah anda mempunyai pengalaman cara pendugaan yang lebih akurat dan mudah dilakukan oleh petani ?  Yang mana itu ?




























IV.  KALIBRASI  ALAT  SEMPROT


Keberhasilan pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan bahan kimia, salah satunya tergantung pada ketepatan unjuk kerja alat dan pelaksananya sewaktu melakukan aplikasi.  Pengukuran unjuk kerja alat beserta kemampuan pelaksana disebut sebagai “KALIBRASI”.

Kebiasaan bagi pengguna alat semprot selama ini, langsung menggunakan peralatan begitu menerima pinjaman alat maupun pembelian alat baru.  Unjuk kerja peralatan mempengaruhi hasil penyemprotan yang menghendaki persyaratan tertentu.  Kemampuan peralatan tidak selalu sama setiap saat, sesuai dengan perubahan kondisi peralatan dan bagaimana pelaksana memperlakukannya.

Pengukuran unjuk kerja peralatan sebaiknya dilakukan setiap akan melakukan penyemprotan dan setiap ganti pelaksana.  Agar penyemprotan, terutama bahan kimia tepat guna, harus mengikuti petunjuk pemakaiannya.  Pengukuran unjuk kerja alat meliputi berapa banyak cairan atau kuat hembusan alat, jenis nozzle, tekanan yang dikehendaki oleh alat dalam beroperasi.  Kesemua persyaratan tersebut hendaknya sesuai dengan kemampuan pelaksana atau operator lapang penyemprotan.

Pengertian Istilah Terkait Pestisida :
J  Konsentrasi
:
Campuran antara pestisida (cc/ml) dalam 1 liter air.
J  Dosis
:
Jumlah formulasi pestisida yang diperlukan untuk aplikasi tanaman seluas 1 Ha. (Lt/Kg per Ha).
J  Volume Semprot
:
Volume campuran pestisida dan air untuk aplikasi tanaman seluas 1 Ha.
J  Mode of Action
:
Cara kerja pestisida saat digunakan dalam pengendalian OPT. (Racun Systemik, Kontak, Lambung, Napas).
J  LD 50
:
Lethal Dose - Tingkatan racun bahan aktif pestisida dinyatakan dalam mg/Kg berat badan hewan uji.
J  AI / BA
:
Active Ingredient/Bahan Aktif – Racun inti yang dikandung oleh pestisida.
J  Nozzle
:
Bagian alat semprot yang berfungsi untuk memecahkan partikel air semprot. (Cone- Hollow Cone – Flat Fan – Even Flat – Multi)
J  Droplet
:
Ukuran partikel air semprot yang telah melewati alat pemecah/nozzle (micron/cm2).
J  Tekanan Semprot
:
Tekanan yang diperlukan untuk menyemprot sesuai spesifikasi syarat teknis nozzle



A.   Tujuan

Mengetahui cara mengukur kemampuan peralatan semprot dan menyesuaikan dengan kemampuan operator lapang agar penyemprotan untuk mengendalikan OPT menggunakan bahan kimia dapat berhasil guna secara efektif.


B.   Tahapan Langkah
1.     Isi alat semprot (Hand Sprayer) dengan air yang sudah diberi pewarna.  Periksa dan gunakan nozzle normal, semprotkan pada jarak normal mengena kertas koran.  Berapa banyak butiran air (Droplet) berwarna yang mengena pada 1 cm2 kertas CD plano ?
2.     Semprotkan alat mengenai kertas plano, ukur berapa lebar semprot, catat !
3.     Ukur volume semprot alat dengan cara menyemprotkan isi alat semprot ke dalam ember penampung selama 1 menit.  Ukur volume air semprotan, menggunakan gelas ukur, berapa liter air yang tertampung.  Ulangi hal ini sebanyak 3 kali, catat !
4.     Coba hitung menggunakan rumus sbb :
Q = Volume semprot per Ha (liter/Ha)
V = Kemampuan alat semprot (Liter/Menit)
W = Lebar semprot (Meter)
S = Kecepatan jalan operator (Meter/Menit)
10.000 x V
     Q   =                              ( liter / Ha)
                      W x S

Berapa kecepatan jalan operator sebaiknya, bila volume semprot per Ha adalah 500 liter ?

Bahan Diskusi :
1.     Menurut anda, apa manfaat yang diperoleh bila melakukan pengukuran alat semprot sebelum melakukan penyemprotan ?
2.     Kecepatan jalan operator mempengaruhi banyaknya bahan semprot yang mengena pada sasaran.  Menurut anda, apakah mungkin operator berjalan di sawah sesuai dengan hasil hitungan menggunakan rumus diatas ?  Apa alasan anda ?  Bagaimana mengatasi masalah jalan operator di sawah ?
3.     Menurut anda, berapa jumlah droplet per cm2, yang optimal bagi efektifitas penyemprotan ?  Apa pendapat anda, bentuk droplet yang besar atau kecil yang baik ?
4.     Pengukuran alat semprot disesuaikan dengan kemampuan operator.  Menurut anda, mana yang berubah setiap saat, alat semprot atau operator ?
5.     Apa saja yang mempengaruhi perubahan yang terjadi pada alat semprot atau operator, coba daftar secara berutan [B1] [B2] ! 









V.   ANALISA & PENGELOLAAN  AGROEKOSISTEM


Budidaya tanaman bertujuan untuk menghasilkan produk yang tinggi dan bermutu, tidak terlepas dari pengaruh lingkungan.  Pengaruh timbal balik antar semua unsur yang ada di alam sekitar tanaman budidaya sangat mempengaruhi tanaman budidaya.  Pertumbuhan tanaman dapat terganggu, pertumbuhan melebihi normal, gangguan hama penyakit tanaman, gangguan unsur hara, kondisi iklim mikro yang tidak sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman.

Gangguan lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman dapat dikurangi atau ditekan sesuai dengan kemampuan hidup tanaman, apabila petani menyadari arti penting lingkungan hidup pertanian.  Kesadaran terhadap lingkungan pertanian sejak masa pratanam sampai panen, selalu MEMPERTANYAKAN pengaruh semua tindakan yang dilakukan terhadap tanaman dan lingkungannya.

Cara memperhatikan pertanaman dapat dikenalkan kepada petani dengan kegiatan pengamatan agro-ekosistem yang rutin dan teliti.  Dengan cara tersebut, diharapkan dapat menyadarkan petani tentang tahapan persiapan, pertumbuhan tanaman dan kemungkinan gangguan di setiap tahap pertumbuhannya.

Pemahaman tahapan pertumbuhan tanaman dan gangguannya, dapat dipakai sebagai dasar analisa petani menentukan tindakan korektif dalam budidaya secara utuh.  Yang penting untuk diingat adalah :

Ø  Ekosistem bersifat dinamis.  Semua unsur, posisi, peranan, keberadaan, kekuatan dan perkembangan selalu berubah sesuai sistem kehidupan yang berlaku pada saat dan tempat tertentu.

Ø  Ekosistem mengikuti jenjang antara unsur pembentuk.  Bahwa unsur pembentuk ekosistem merupakan rangkaian jenjang berurutan.  Mulai dari yang pertama sampai yang kesekian, semua mampunyai peranan dan fungsi.  Unsur yang pertama dapat dikalahkan yang berikutnya, tetapi akan mempengaruhi wujud keseimbangan tanaman, demikian seterusnya.

Ø  Semua unsur ekosistem saling terkait.  Unsur pembentuk ekosistem selalu berada dalam keadaan bersama yang seimbang.  Apabila salah satu unsur hilang akan mempengaruhi semuanya.


A.   Tujuan
Mengetahui UNSUR-UNSUR pembentuk ekosistem, sekaligus KONDISI dan PENGARUHNYA terhadap tanaman budidaya dengan cara pengamatan, diskusi dan analisa penggambaran.       


B.   Tahapan & Langkah

Ø  Bagi peserta kedalam 3 kelompok kecil.
Ø  Masing-masing kelompok melakukan pengamatan di tiga (tiga) kondisi lahan dan pertanaman yaitu lahan bero/pratanam, tanaman muda/vegetatif dan tanaman tua/generatif.
Ø  Lakukan pengamatan kelompok pada salah satu kondisi lahan/pertanaman meliputi :


1.     Lahan Bero / Pratanam
Perhatikan kondisi lahan bero tersebut, lakukan wawancara dengan pemilik lahan bila diperlukan untuk menggali informasi :
Topik
Rincian
Info
Penyempurnaan
Musim lalu
Jenis Tanaman



Varietas



Hasil



Gangguan OPT



Perlakuan budidaya



·   Olah Tanah



·   Tanam



·  Pemupukan



·   Pengendalian OPT



Seresah Panen



Kondisi tanah saat ini


Rencana Musim ini
Jenis Tanaman



Varietas



Perlakuan budidaya



Olah Tanah



Tanam



Perlindungan Tan



Ø Adakah bekas perlakuan budidaya musim lalu yang berdampak baik pada saat ini, bagaimana bentuk dampak tersebut ?
Ø Hasil pengumpulan data diatas, masih adakah kegiatan yang sebaiknya dilakukan oleh petani untuk memanfaatkan jeda waktu pada lahan bero tersebut sampai saat ini ?
Ø Bagaimana perencanaan budidaya untuk pertanaman musim berikutnya, apakah bentuk kegiatan tersebut ?
Ø Kondisi pertanaman atau lingkungan bagaimana yang ingin dicapai, bila melakukan penyempurnaan kegiatan ?

2.     Tanaman Fase Vegetatif
Perhatikan pertanaman dan kondisi lingkungan saat ini, lakukan wawancara dengan pemilik lahan bila diperlukan untuk menggali informasi :
Topik
Rincian
Info
Penyempurnaan
Pertanaman
Jenis Tanaman



Varietas



Gangguan OPT



Perlakuan budidaya



·   Olah Tanah



·   Tanam



·  Pemupukan



·   Pengendalian OPT



Fisik tanaman



·  Panjang Daun



·  Warna Daun



·  Jumlah Anakan



·  Jarak Tanam



·  Keutuhan Bentuk



Kondisi tanah saat ini


Lingkungan sekitar
Kondisi air



Kondisi pematang



Tanaman sekitar







Ø Hasil pengamatan lapang, bagaimana bentuk fisik tanaman ?  Bagaimana kondisi lingkungan pertanaman ?
Ø Menurut anda, apakah keadaan fisik tanaman sudah mencerminkan harapan dan sesuai dengan perlakuan budidaya.

3.     Tanaman Fase Generatif
Perhatikan pertanaman dan kondisi lingkungan saat ini, lakukan wawancara dengan pemilik lahan bila diperlukan untuk menggali informasi :
Topik
Rincian
Info
Penyempurnaan
Pertanaman
Jenis Tanaman



Varietas



Gangguan OPT



Perlakuan budidaya



·   Olah Tanah



·   Tanam



·  Pemupukan



·   Pengendalian OPT



Fisik tanaman



·  Panjang Daun



·  Warna Daun



·  Jumlah Anakan



·  Jarak Tanam



·  Keutuhan Bentuk



·  Berapa jumlah malai



·  Penuhkan isi malai



Kondisi tanah saat ini


Lingkungan sekitar
Kondisi air



Kondisi pematang



Tanaman sekitar







Ø Hasil pengamatan lapang, bagaimana bentuk fisik tanaman ?  Bagaimana kondisi lingkungan pertanaman ?
Ø Menurut anda, apakah keadaan fisik tanaman sudah mencerminkan harapan dan sesuai dengan perlakuan budidaya ?


Bahan Diskusi :
1.     Menurut anda, apa manfaat yang diperoleh bila kita melakukan kilas balik kondisi pertanaman dan lingkungan sebelum menentukan pilihan budidaya tanaman musim berikutnya ?
2.     Apa yang ingin diperoleh bila kita menentukan secara tepat pilihan budidaya berdasar kondisi musim lalu untuk musim berikutnya ?  Menurut anda, apakah mungkin keamanan dan kelancaran budidaya musim ini tergantung dari musim yang lalu ?  Apa alasan dan pengalaman anda ?
3.     Apa saja yang mempengaruhi perubahan yang terjadi pada pengambilan keputusan budidaya musim ini, coba daftar secara berutan [B3] [B4] ! 

















 [B1]
 [B2]
 [B3]
 [B4]